Analisa Teknikal
Biasanya dalam suatu trading platform seperti metatrader(tm) atau yang lain telah disediakan indikator-indikator umum yang sering dipakai dalam trading.
1. Dasar analisis tehnikal
Jika harga bergerak naik, bergerak turun, atau relatif stabil, maka hal tersebut dipergunakan untuk memprediksikan bagaimana tingkat harga di masa yang akan datang.
Demikian juga jika kuantitas perdagangan meningkat, atau berkurang, atau tetap, dipergunakan untuk menentukan apakah open posisi atau tidak, serta untuk menentukan open buy atau open sell. Dengan menggunakan pergerakan harga berdasarkan jangka waktu perdagangan, baik 15 menit, 1 jam, 4 jam, harian, mingguan, maupun bulanan sebagai salah satu faktor yang dijadikan patokan dalam trading, serta hal tersebut menjadikan penentu dalam model trading baik untuk intraday, swing, medium term, maupun trading jangka panjang.
2. Model chart
Chart yang paling sering dipergunakan untuk trading dalam berbagai platform adalah model chart line, bar serta candlestick.
- line chart

- bar chart

- candlestick chart
Rangkain dan bentuk candlestick sering dipergunakan sebagai indikator akan tingkat harga selanjutnya.
Misalnya saja bentuk dragonfly, gravestone, hangingman, hammer, serta shooting star.

3. Trend
- trend naik

- trend turun

- sideways

4. Pivot, Support dan Resistance
hari sebelumnya. Data hari sebelumnya yang dipergunakan adalah High price, Low price serta Close price.
Perhitungan yang dilakukan adalah:
Pivot Point = (H + L + C)/ 3
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
C = Close Price (Harga penutupan hari sebelumnya)
Metode ini disertai dengan penentuan nilai support dan resistance.
Perhitungan nilai support:
S1 = (2 * Pv)- H
S2 = Pv -(H - L)
S3 = L - 2 * (H - Pv)
S1 = Support level 1
S2 = Support level 2
S3 = Support level 3
Pv = Pivot Point
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
Perhitungan nilai Resistance:
R1 = (2 * Pv) - L
R2 = Pv + (H - L)
R3 = H + 2 * (Pv - L)
R1 = Resistance Level 1
R2 = Resistanve Level 2
R3 = Resistanve Level 3
Pv = Pivot Point
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
Asia, serta pasar Eropa dan kembali lagi ke pasar Amerika.
5. Analisa Fibonacci
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233…
Perhitungan angka inilah yang dijadikan dasar dalam perhitungan dalam trading forex.
Salah satu penggunaannya adalah untuk perhitungan Fibonacci Retracements. Penggunaannya adalah, ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan dalam suatu peride waktu tertentu, maka akan ada kemungkinan pembalikan harga. Seberapa jauh tingkat pembalikan harga yang menjadi support atau resistance itulah yang dihitung berdasarkan pada prosentase angka fibonacci:
0.0%, 23.6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 100%, 161,8%,261,8% dan 423,6%.
Cara yang dilakukan adalah menentukan titik awal dan titik akhir trend pergerakan harga, kemudian menarik garis berdasarkan pada prosentase dari range perbedaan harga dua titik tersebut.

6. Indikator Matematis Lain
- Moving Average
- MACD
- Stochastic
- Momentum
- ROC
- CCI
- RSI
- Bollinger
- Parabolic SAR
This entry was posted on Thursday, October 23rd, 2008 at 4:43 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.





